Dream what you want to dream, go where you want to go, be what you want to be, because you have only one life and one chance to do all the things you want to do. Welcome to my world ^___^

Jumat, 08 Mei 2009

"Buah jatuh gak jauh dari pohonnya"

Sesuai judul "Buah jatuh gak jauh dari pohonnya"
pasti anak SD juga tahu artinya apa....
tapi mengapa masih kebanyakan orang tidak begitu memahami pelaksanaannya dalam keseharian?

Begitu banyak orang tahu artinya namun mereka lupa dengan prosesnya.

Katakan saja ada anak berumur balita, ia melihat perilaku ayahnya yang suka boros pada teman-temannya tapi jarang sekali memberikan sesuatu pada anaknya. Keluarga ini cukup mampu namun emang karena sifat ayahnya yang boros dan senang dipuji atau menjadi orang yang selalu ingin diketergantungkan oleh tetangga atau para kerabatnya.
Maka susah dikasih tau atau dinasehati. padahal sang istri sudah memberitahu bahwa kita tuh hidup masih ada hari esok. jadi uang hasil kerja jangan dihambur-hamburkan. sang istri juga memberi thu bahwa memang memberi itu baik. tapi memberi itu ada batasnya, jika keperluan untuk sehari-hari sudah tercukupi atau adil terhadap anak dan orang lain.

Namun sifat dasar tetaplah sifat dasar. walaupun diberitahu berulang kali tetaplah susah diubah apalagi jika pemikiran sang ayah adalah suka memberi.

Coba pikir deh, berapa banyak orang di luar sana yang miskin dan gak mampu? Subhanallah, sungguh banyak tapi dari semua orang itu berapa banyak orang yang masih mempunyai sifat ingin berusaha dulu baru meminta? berapa banyak orang yang masih mempunyai rasa tidak enak jika diberi terus-menerus? Pastilah seseorang yang tau agama, jika melakukan itu terus-menerus akan malu juga.

Dari kasus sang ayah dan istri di atas, kedua-duanya memang mempunyai persepsi yang berbeda tapi tak di sangka-sangka suatu hari ada orang yang meminta tolong untuk di biayai pembayaran sekolah anaknya.
Pemikiran sang ayah : memberikannya
Pemikiran sang istri : memberikannya jika memang ada lebih uang
ternyata hari itu memang ada lebih uang, maka dibiayainya uang sekolah itu pada bulan itu.

Di kemudian hari, orang tersebut datang lagi dan meminta untuk dibiayai sampai anaknya lulus. maka sang ayah dan istri pun sepakat untuk membiayainya.
namun suatu saat, si ibu dari anak itu datang untuk meminjam uang. dikasih lah pada hari itu.
lalu beberapa bulan lagi si ibu tersebut datang untuk meminjam lagi. akhirnya sang istri berkata "Bu, saya dan suami tidak bisa membantu ibu terus-menerus. Kami sekeluarga kan juga butuh untuk kehidupan kami. kami memang menyanggupi untuk membayar uang sekolah anak ibu tapi untuk keseharian ibu kenapa gak ibu berusaha dulu? Saya disini mau menawarkan ibu untuk berdagang produk yang saya jual. apakah ibu mau?"
tapi sayangnya si ibu tersebut tidak mau dan tetap merayu untuk diberi saat ini saja. dan akan mengembalikan utangnya bulan depan.

pada beberapa bulan kedepan si ibu datang lagi dan meminjam uang lagi. sang istri kesal tapi tetap sabar. memang saat itu keadaan keluarga sedang tak punya uang lebih jadi sang istri tidak bisa memberi. saat itu juga si ibu merayu lagi tapi sang istri cukup pintar untuk tidak dibohongi kembali.
akhirnya si ibu pulang.

Malamnya sang istri memberitahu pada suaminya tentang kejadian tadi siang. dan ia juga memberi nasihat "ORANG YANG SELALU MEMINTA DAN TERUS MEMINTA ITULAH ORANG YANG TIDAK PERNAH BERSYUKUR. BERUSAHA DULU JIKA MEMANG SUDAH SAMPAI TITIK TERAKHIR BARU MEMINTA."
Sang suami yang diberitahu akhirnya sedikit membuka hati. Dan mengakui bahwa dirinya selalu membuat orang lain menjadi tidak bersyukur.
Jika tidak dari awal diberitahu, sifat orantua akan menurun kepada anak.

Itulah mengapa kita harus mau mengakui jika kita salah dan harus mau memperbaikinya. jangan mempertahankan sifat karena ego atau gengsi semata.


NB : Jadilah orang yang berusaha dan terus berusaha dalam hal positif dan jangan biarkan dirimu menjadi orang yang keras kepala dan senag dipuji. karena awal dari sifat sombong adalah senang dipuji dan awal dari sifat tidak bersyukur adalah malas.

Semoga kita semua tidak termasuk orang yang seperti sang suami dan si ibu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar