06/10/2008
18.50
“Ndra….Bangun…Ini hari pertama kamu sekolah. Nanti telat lho!” panggil Bi Tuki yang berperawakan gemuk sambil membuka jendela ku yang tepat berada di samping tempat tidur ku.
“Ugh...Ada apa sih Bi? Aku masih ngantuk banget nih!” sahutku dengan mata masih terpejam dan tubuh menggeliat untuk merenggangkan otot-otot.
“Bangun…udah jam 6 pagi. Katanya minta dibangunin jam 5 pagi dan ingin olahraga dulu. Tapi sepertinya udah gak sempet deh.” panggil Bi Tuki lagi dengan lembutnya.
“Astagfirullah! Udah jam 6? Waduh….Bibi kenapa gak berusaha goncangin badan aku? Guyur aku gitu…eh,tapi gak usah deh.” kaget ku langsung melompat mengambil handuk dan menuju kamar mandi. Aku mandi dengan terburu-buru karena bagaimana pun malesnya aku, aku tetap menjunjung tinggi ketepatan waktu ku. Selang beberapa menit aku keluar dari kamar mandi dengan berpakaian lengkap. “Ugh, bau baju baru. Kaku banget sih nih baju” pikirku. Dengan sigap aku menyiapkan buku-buku yang akan kubawa dan memasukkannya ke dalam tas kemudian aku menyisir rambutku yang panjang namun ikal dibawahnya dan berponi. Tak lupa aku oleskan pelembab wajah dan hand body lotion ke seluruh tangan dan kaki ku. Ketika kurasa sudah siap segera ku mengambil sepatu adidasku berwarna hitam dengan sedikit garis merah dibagian bawahnya dan memakainya. Sebelum aku turun ke lantai bawah, aku ke kamar kak Rio dulu.
“Ka, bangun ka…anterin aku dong sekarang udah jam setengah tujuh nih! Aku udah hampir telat. Ka Rio…Bangun..” aku menggoncang-goncang tubuh kak Rio dan Ya ampyuuunnn…Ugh, dasar jorok tadi malam pulang jam berapa sih? Mana gak buka kaos kaki lagi. Iihhh…kakak jorok!!!
“Hm…suruh si bang Banjul aja ojek di pangkalan depan. Nanti uangnya kakak ganti deh! kakak ngantuk banget nih de…” sahut kakak dengan mata masih terpejam.
“Uuhh..ya udah deh! Aku berangkat dulu ya Ka..”
“Hm…hati-hati ya…tutup pintunya lagi.” Kata kak Rio.Ka Rio pun melanjutkan petualangannya lagi di dunia mimpi yang tadi sempat terinterupsi.
Aku turun ke bawah yang langsung disambut dengan aroma nasi uduk andalan Bi Tuki. Hm…seperti biasa selain wanginya yang menggoda pastinya rasanya pun bikin lidah menari-nari.
“Bi, aku bawa bekel aja deh Bi. Gak sempet lagi nih!”
“Nih, Bibi udah siapin kok! Nanti jangan lupa kuncinya di tempat biasa. Soalnya nanti Bibi mau pergi ke rumah saudara, gak nyampe malam kok!” aku mengambil air minum di botol dan bekel yang sudah disiapkan dan memasukkannya ke dalam tas selempangan ku.
“Sip deh Bi…Aku berangkat dulu ya”
“Hati-hati ya Ndra…dan jangan lupa SEMANGAT!” Bi Tuki gini-gini masih kayak anak muda padahal udah beda jauh sama umurnya.
Aku setengah berlari ke pangkalan ojek di depan kompleks. Disana aku menemukan bang Banjul yang baru saja pergi mengantarkan seorang ibu. Dan aku mendengus kesal bukan karena bang Banjul pergi tapi karena gak ada ojek sama sekali di pangkalan ini.
“HUH!! ojek pada keman sih? Bukannya biasanya banyak, kok ini gak ada sama sekali. Sebel mana udah tinggal 20 menit lagi. Aduh…gimana nih!” aku cemas karena kini terlintas bayangan diri ku telat di hari pertama. Aku memutuskan untuk berlari sampai mendapatkan angkot. Namun tak berapa lama. Sebuah motor Tiger dengan si pengendara memakai helm memelankan laju motornya di sampingku yang sedang berlari.
“Cepat naik!” dia membuka kaca helm-nya lalu menyuruhku untuk naik.
“Lo siapa? Gw gak kenal.” Jawab ku yang terheran-heran namun tak menyurutkan langkah-langkah kakiku untuk berlari.
“Gw satu sekolah sama lo. Seragam kita sama. Cepat naik, kalau gak mau telat!” suruhnya lagi. Aku langsung melihat seragamnya yang dilapisi jaket berwarna coklat. Benar dia satu sekolah denganku. Tanpa pikir panjang aku pun berhenti berlari lalu naik ke motornya dia yang tak ku ketahui namanya.
“Hm, jangan sampe telat lho ya!”
“Pegangan yang erat!” begitu aku naik motornya dia, dia langsung menarik gas dan dengan cepat ia menambah kecepatan lajunya yang membuat ku ngeri. Mau gak mau aku pegangan pada pinggangnya.
Terpaan angin pagi yang dingin membuatku sedikit menggigil. Dia mengendarai motornya dengan cepat dan lincah. Menyalip motor-motor dan mobil-mobil yang terkena macet. Yang membuatku lebih ngeri lagi dan dari berpegangan jadi memeluknya ketika dia menyalip deretan mobil yang stuck di tikungan lalu dari arah lawan ada truk besar yang hampir saja menghantam kita. Fiuh,nyaris banget. Untungnya mobil di bagian depan sudah mulai jalan walaupun pelan banget tapi membuat celah buat nih cowok untuk masuk di belakangnya. Yah, kalau gak, udah almarhum deh kita tadi. Aku melihat jam tinggal 15 menit lagi. Aku berdoa dalam hati, semoga selamat dan tidak telat. Gak berapa lama, aku melihat pintu masuk sekolah SMA Satellita dan pintu gerbang masih dibuka. Fiuh,akhirnya. “Terima kasih,Tuhan” ucapku dengan penuh syukur.
Dia memelankan laju motornya dan melewati pintu gerbang dengan senyum puas di wajahnya. Lalu dia memarkirkan motornya di tempat perkir motor yang terletak paling ujung dan diatasnya terdapat pohon. Ketika dia mematikan mesin motornya dan membuka helm, aku pun turun dari motornya dan sewaktu aku menapaki kakiku di tanah, entah kenapa kakiku lemas sekali dan membuatku hampir tejatuh. Lalu dengan sigap, dia menarik pinggangku dan merapatkan ke tubuhnya.
“lo gak apa-apa?” tanyanya kepada ku dengan posisi memelukku. Hembusan nafasnya terasa banget di wajahku. Wajahnya sangat menarik bukan hanya tampan tapi terlihat berkarakter dan sedikit nakal membuatku terlena sesaat.
“Hm..gak apa-apa. Lepasin dong!” aku meronta untuk bisa lepas dari dia tapi dia mengencangkan pelukannya kepadaku. Duh, apa-apan sih nih!
“….”
“Eh!! Serius nih,tadi gw cuma lemes aja! Gw belum pernah naik motor sampai segitunya dan sekarang gw mau masuk. Lepas gak?” pintaku dengan kesal sambil berusaha melepaskan diri dari pelukannya. Duh, aku melihat samping kanan dan kiri, sepi banget! Apa udah masuk ya? Waduh, bisa-bisa aku telat masuk kelas nih mana belum nyari tahu aku di kelas berapa lagi. Saking paniknya dan kesal terhadap perilaku dia yang semena-mena meluk orang, aku tatap balik dengan tatapan menantang.
“MAU LO APA? HAH! LEPAS ATAU GW…” belum selesai aku maki dia, dia nyium pipi kanan aku lamaaaa banget dan ternyata ampuh buat aku tercengang dan diam seketika.
“Sorry…abisnya lo manis sih! Apalagi kalau lagi panik. Gw jadi pengen nyium aja. Hehe...” dia melepaskan tangannya pelan dari pinggangku lalu tersenyum puas melihat ekspresiku yang masih terdiam. “Hei,Ndra apa-apaan sih lo! Bergerak jangan diam aja! Lo mau-maunya aja di lecehkan!” bisik hatiku kepada ku. Aku langsung mundur beberapa langkah dari dia dan menamparnya.
PLAKKK…
“Kurang ajar yah lo…lo kira lo siapa! Bisa-bisanya lo nyium gw! Dasar Gila!!” teriak ku dan lalu membalikkan langkah meninggalkan tempat parkir secepatnya. Menyebalkan!! Sial!
Aku berlari menuju madding sekolah yang berada di lobi. Disana aku melihat beberapa guru yang telah sedari tadi siap mengabsen dan memberi ceramah kepada anak yang telat. Oh tidak!! Aku telat.
“Pagi Bu…” salamku sambil mencium tangan guru tersebut.
“Kamu anak baru? Ibu kok baru lihat. Siapa namamu?” tanyanya. Sepertinya baik dari garis wajah nih guru. Semoga dia tak memblack-list ku dihari pertamaku ini.
“Iya Bu, saya anak baru. Saya Fiandra Putri Ganis. Maaf Bu saya telat.”
“Hm…kamu tahu kalau disekolah ini yang telat selalu dapat hukumannya. Apalagi kamu tadi tidak ikut upacara.”
“Saya tahu Bu, disekolah-sekolah yang lain pun seperti itu. Memang apa hukuman saya Bu? Tapi bisakah ditunda setelah pulang sekolah saja. Saya tak enak kalau harus telat masuk jam pertama.”
“Bagus. Sepertinya kamu orang yang bertanggung jawab atas tindakan kamu. Saya hargai itu. Kalau begitu saya tunggu kamu di ruangan saya setelah pulang sekolah saja. Saya Bu Ayu Setianingsih. Guru BP Kelas X.”
“Terima kasih Bu.” Salamku lagi.
“Oh iya Fiandra, Selamat datang di SMA Satellita.” Senyum Bu Ayu kepadaku yang membuatku siap kembali menjalani hari pertamaku dengan semangat. Aku membalasnya dengan senyum. Aku pun bergegas ke papan pengumuman dan mencari dimanakah kelasku. Tak berapa lama aku menemukannya. Aku berada di kelas X-7. Tanpa membuang waktu lagi aku langsung bergegas menuju kelas X-7. Untungnya kemarin aku ikut MOS jadi sekarang tidak harus mencari-cari lagi dimana kelas X-7 itu.
Gak lama aku sampai di depan pintu kelas. Sebelum masuk aku menarik nafasku dan merapikan baju seragamku. Aku berdoa semoga wali kelasku tak marah karena salah seorang murid barunya telat.
TOK…TOK…TOK…
“Masuk” jawab suara dari dalam yang langsung kubuka pintunya.
“Maaf Pak saya telat.” Kataku sambil menutup pintunya kembali.
“Tak apa. Saya juga baru masuk. Silahkan duduk.” Katanya dengan suara yang lembut. Wah…sepertinya nih guru baik juga. “Thanks God.” Syukurku dalam hati. Aku lalu meleparkan pandangan ku ke seluruh penjuru kelas dan mengambil tempat duduk yang saat itu hanya tempat itu yang kosong. Aku duduk di pojok kedua dari belakang. Disana teman dudukku seorang cowok yang hm…good looking-lah.
“Nah, anak-anak sekalian. Perkenalkan nama Bapak, Wiranto Sudiro. Panggil bapak Pak Wie atau Pak Sue terserah enaknya kalian. Bapak akan menjadi wali kelas kalian satu tahun kedepan. Bapak mengucapkan Selamat datang di SMA Satellita. Bapak mengajar pelajaran Matematika. Kalau ada masalah dalam pelajaran atau pun bukan bapak harap kita bisa saling terbuka. Ok, sekarang bapak pengen tahu satu persatu dari kalian dan pastinya teman-teman yang lain pun juga ingin kenal satu sama lain. Perkenalkan diri kalian dengan menyebutkan nama, wilayah tempat tinggal, dari SMP mana, hobi, makanan kesukaan, hal yang disukai, lalu deskripsikan diri kamu seperti apa. Ya, mulai dari kamu” Pak Wie menunjuk cewek dibarisan paling depan pojok yang memakai kacamata.
“Nama saya Risari dewi. Saya tinggal di daerah kebun kacang, saya dari SMP 3 Salahtiga, hobi saya baca novel, makanan kesukaan saya…semua makanan saya suka asal gak pedes. Hal yang disukai mengkhayal, saya itu orangnya pendiam.” Risa pun langsung duduk dan lanjutkan dengan teman disampingnya. Begitu pun selanjutnya yang sejujurnya aku tak bisa langsung hapal nama orang kalau tidak berjabat atau berkenalan langsung. Aku asyik memikirkan membayangkan apa yang akan aku lalui di SMA ini. Soalnya kata orang-orang SMA itu masa-masa yang paling indah di hidup kita. Wuih, gak sabar apa aja yang akan kulalui. Hehe…Aku pun melamun sambil memikirkan apa yang akan terjadi 3 tahun mendatang.
“Ya, selanjutnya.” Kata Pak Wie
kelas pun sepi dan tak ada yang berdiri untuk meperkenalkan selanjutnya. Teman-teman melihat kearahku yang kubalas dengan tatapan bingung. Lalu cowok disampingku menyenggolku.
“Lo tau!” katanya dengan nada dingin.
Hah gw? Lha cepet banget! Aku langsung berdiri.
“Hai, namaku Fiandra Putri Ganis. Panggil aja Andra. Aku tinggal di daerah kompleks Mahadewi. Aku dari SMP Putri Bangsa. Sesuai namanya dulu aku bersekolah di sekolah khusus keputrian. Hobiku olahraga terutama bulutangkis dan berenang. Makanan kesukaanku nasi uduk buatan Bi Tuki. Bi Tuki itu bibiku. Hal yang disukai mengisengi pacar-pacar kakakku. Hehehe… Aku itu orangnya panikan. Yupz itu aja. Makasih” aku mengembangkan senyum terbaikku sebagai awal pertanda masukku di sekolah ini. Lalu setelah aku mempekenalkan diriku selanjutnya adalah cowok disebelahku. Dia pun berdiri. “Hm…ni anak putih,tinggi dan wajahnya lumayan cakep tapi sayangnya sifatnya dingin, masih jauh dibandingkan kak Rio. Kalau diperhatiin kayaknya pernah liat deh! Dimana ya? Ah,sudahlah” pikirku. Dia-si cowok yang berdiri- bernama Vigra brahmana. Nah,lho namanya juga kayak pernah denger! Kucoba untuk mengingat dimanakah aku pernah melihat Vigra sebelumnya, namun sayangnya aku tak ingat sama sekali. Dan tentunya hanya tak ada bayangan sama sekali hanya perasaan saja pernah. Kelas pun selesai dengan acara-acara perkenalan kemudian Pak Wie mengajak kami semua untuk mendiskusikan dan memilih siapa yang akan menjadi ketua kelas, wakil ketua, sekretaris dan berbagai jabatan-jabatan dalam struktur kelas.
“Nah, anak-anak karena ini hari pertama kalian menjadi siswa dan siswi SMA bapak sarankan nikmati saja masa remaja kalian karena masa-masa tersebut tidak datang dua kali dan jangan lupa gapai mimpi kalian dengan proses pembelajaran di sekolah ini. Bapak akan membimbing kalian. Terima kasih.
Udah ah,ceritanya...kalau lagi mood ku lanjutkan lagi..
untuk yang membaca maaf ya kalau buat penasaran
-AAZ-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar